Obrolan Hangat !! Jual Beli Jabatan di Pesisir Baru Mencuat

Illustrasi

Negeri Konoha —

Pagi-pagi sekumpulan pencari fakta sedang nongkrong dan ngawak di warung kopi. Setelah nyeruput kopi, timbul lah cerita dan topik pembicaraan yang lagi hangat-hangat nya untuk dibahas. Minggu,23 November 2025.

Ada sebuah kabar di Negara Konoha, Provinsi Ngapung, Kabupaten Pesisir Baru, dugaan jual beli jabatan mulai mencuat, mulai dari sekretaris hingga Kepala Dinas.

Mendengar isu yang berkembang itu, sekelompok pencari fakta di meja Warung Kopi mulai fokus dan ngobrol serius, sambil seruput kopi dan isep rokok Qris.

Bang AL (nama samaran) mulai bertanya diatas meja, mana mungkin ada jual beli jabatan yang nilainya hingga ratusan juta.
Ngawak isu itu.

“Gak mungkin bang, itu mereka yang kepala Dinas dan sekretaris di ganti karena udah dianggap tidak mampu wah,” ujarnya saat bertanya.

Sontak salahsatu teman pencari fakta, mulai menceritakan kabar di lapangan yang mulai berkembang dan dianggap ngawak. Kembali seruput kopi yang mulai habis.

Iya mengatakan, beberapa waktu lalu ada seorang mantan Kepala R di tawarkan untuk jadi Sekretaris Dinas tetapi beliau dengan lembut menolak.

“Dia gak mau ngambil bang, karena diminta kurang lebih tujuh puluh lima juta, akhirnya dia mengundurkan diri dari jabatan fungsional aja bang,” katanya.

Dari kabar ngawak itu, yang menawarkan itu oknum dari Daun Hijau di Kabupaten Pesisir Baru. Dokter tersebut tidak jadi ambil jabatan itu karena takut diminta lagi saat ditengah jalan.

“Dia takut diminta lagi bang pas sudah ditengah jalan, jadi ATM ujung-ujung nya,”katanya.

Yang lebih terkejut isu beredar,ada Kadis ditawarkan sekitar Rp200 juta kalau mau bertahan. Tetapi dia tak sanggup dan di mutasi.

Saat ini beliau tinggal menikmati masa non job sambil menemani indahnya deburan ombak.

Menurut kabar burung yang belum tentu kebenarannya itu, oknum Kadis yang kerap kontroversial akhirnya memilih mengundurkan diri. Untuk jabatan jadi Kepala Dinas nilainya mencapai Rp 200 juta.

“Kabar nya kalau sekelas Kepala Dinas bayar nya ke Wakil Pimpinan yang punya hubungan erat dengan orang nomor satu,kalau untuk sekdis lewat tim mereka “katanya.

Dugaan beberapa Kadis, yang masih bertahan dan menjabat, mereka sudah menyetor uang, tapi itu pasti cerita ngawak.

Setelah terungkap berita hangat itu, sekumpulan pencari fakta mulai mengumpulkan bukti satu persatu. Yang nanti nya tinggal menunggu bom waktu.

Mendengar cerita ngawak itu sekumpulan pencari fakta mulai tertawa dan tidak percaya. Kopi pun mulai habis dan cerita mulai berakhir di Warung Kopi. Masih bersambung.

Tunggu Episode Selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *