BANDAR LAMPUNG,(FL) – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami, menyampaikan keluhan dan aspirasi petani di Kabupaten Lampung Selatan kepada Komisi V DPR RI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam pertemuan di Rumah Makan Lamban Sabah, Bandar Lampung, Kamis (29/1/2026).
Dalam forum tersebut, Lesty mengungkapkan kondisi memprihatinkan yang dialami petani di 17 kecamatan di Lampung Selatan, terutama akibat buruknya infrastruktur pertanian dan pengairan.
“Teman-teman petani di 17 kecamatan kami di Lampung Selatan ini kondisinya sangat miris. Salah satu persoalan utama adalah infrastruktur yang sangat tidak memadai,” ujar Lesty, yang berasal dari Daerah Pemilihan Lampung Selatan.
Lesty menjelaskan, lemahnya infrastruktur berdampak langsung pada kegagalan panen yang kerap terjadi. Dalam satu musim tanam, petani bisa mengalami kegagalan hingga tiga sampai empat kali.
Menurutnya, masalah ini terkait dengan kondisi daerah aliran sungai di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), khususnya di wilayah Way Sekampung. Setiap musim hujan, banjir dan limpasan air kerap merendam ribuan hektare sawah milik petani.
Padahal, Lampung Selatan telah ditetapkan sebagai salah satu lumbung padi nasional yang menopang kebutuhan pangan di Lampung, Pulau Sumatra, bahkan pasokan ke Pulau Jawa. Lesty menekankan pentingnya perhatian serius terhadap infrastruktur pertanian.
Selain pengairan, ia juga menyoroti kebutuhan jalan usaha tani sepanjang 500 meter hingga satu kilometer untuk menunjang distribusi hasil panen.
Lesty menambahkan, banjir di Lampung Selatan terjadi hampir setiap tahun, terutama pada periode November hingga April. Meski BBWS dan pemerintah daerah telah melakukan sejumlah upaya, kondisi infrastruktur dinilai belum mampu mengatasi permasalahan secara menyeluruh.
Melalui forum ini, Lesty berharap Komisi V DPR RI dan Kementerian PU dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pengairan dan jalan usaha tani di Lampung Selatan demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
(*)












