Layanan Ambulans Gratis Bandar Lampung Sudah Bantu 30 Ribu Warga

BANDAR LAMPUNG, (FL) — Layanan ambulans gratis yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung telah membantu lebih dari 30 ribu warga sejak diluncurkan pada 2016 lalu. Hingga kini, Pemkot mengoperasikan 13 unit ambulans, termasuk 5 mobil jenazah, yang siap melayani masyarakat selama 24 jam.

Dilansir dari TribunLampung.co.id, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Anik Listyorini S, mengatakan bahwa respons cepat menjadi prioritas dalam layanan ini. “Ketika ada telepon dari masyarakat yang membutuhkan bantuan, petugas langsung menanyakan lokasi, dan ambulans segera dikirim ke lokasi tersebut,” kata Anik, Rabu (18/6/2025).

Seluruh unit ambulans tersebut, menurut Anik, ditempatkan di Tugu Adipura sebagai titik pusat operasional. Meski demikian, ambulans juga tersedia di sejumlah puskesmas. Warga yang membutuhkan layanan ini cukup menghubungi call centre di nomor 082278221400.

“Pelayanannya sepenuhnya gratis. Hingga kini, belum ada laporan adanya petugas yang meminta uang atau menyalahgunakan wewenang,” tegas Anik.

Program ambulans gratis ini tidak hanya melayani pasien sakit, tetapi juga korban kecelakaan lalu lintas dan pengantaran jenazah. Layanan tersebut mulai digagas pada masa kepemimpinan Wali Kota Herman HN, menyikapi kebutuhan masyarakat terhadap akses ambulans yang cepat dan terjangkau. Awalnya, tersedia 8 unit ambulans. Jumlah tersebut kemudian ditambah, termasuk penambahan mobil jenazah sekitar tahun 2020.

Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Asroni Paslah, menyampaikan dukungan terhadap program ini dan mendorong peningkatan efektivitas layanan.

“Ambulans sebaiknya tidak hanya dipusatkan di Tugu Adipura, tetapi juga ditempatkan di kantor kecamatan atau kelurahan agar lebih cepat menjangkau warga,” ujar Asroni, Jumat (20/6/2025).

Asroni juga menyoroti pentingnya sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang belum mengetahui cara mengakses layanan ini. “Camat dan lurah bisa berperan dalam menyosialisasikan informasi ini. Jangan sampai ambulans gratis tersedia tapi masyarakat tidak tahu cara menggunakannya,” tambahnya.

Respons cepat dan kemudahan layanan telah dirasakan langsung warga. Meri (45), warga Jalan Pramuka, menceritakan pengalamannya menggunakan ambulans gratis saat ibunya mengalami patah kaki.

“Telepon langsung direspons. Petugas datang ke rumah sekitar 30 menit setelah saya hubungi,” ujarnya. Meri bahkan telah dua kali menggunakan layanan ini, termasuk saat ibunya harus kontrol ke rumah sakit.

Warga lainnya, Darto (45), menggunakan layanan serupa untuk keperluan terapi rutin adiknya yang lumpuh akibat stroke. “Kami tidak punya biaya lebih, jadi sangat terbantu dengan layanan ini,” ungkap Darto.

Hal senada disampaikan Vian (34), yang pernah menggunakan ambulans gratis saat dirinya sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit. “Saya merasa sangat terbantu. Pelayanan cepat dan gratis,” ujar Vian.

Dengan catatan positif dari masyarakat, Pemkot Bandar Lampung diharapkan terus memperkuat layanan ini melalui pemerataan distribusi ambulans serta peningkatan sosialisasi agar dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *